Kamis, 01 Desember 2011

Contoh Makalah Sejarah Kebudayaan Mesir

Peradaban Mesir kuno berkembang di sepanjang sungai Nil. Seorang pendeta Mesir bernama “Manetho” telah mengalih bahasakan sejarah raja-raja Mesir ke dalam bahasa Yunani. Inskripsi- Inskripsi yang menggunakan huruf hieroglif dialih bahasakan kedalam bahasa “coptic”, yakni bahasa yang digunakan oleh orang Mesir pada masa akhir kuno. Dari bahasa itu kemudian diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Yunani. “Champolion” adalah seorang sarjana Perancis yang berjasa dalam membaca huruf hieroglif yang terlupakan, yakni melalui prasasti batu Rosetta yang berisikan aksara Yunani Kuno, Paku dan hieroglif.
Perkembangan teknologi, pertanian dan sistem irigasi berawal dari keinginan orang-orang Mesir kuno untuk menaklukkan sungai itu untuk mengatasi pasang surut air sungai. Mereka membuka saluran dan bendungan yang sekaligus digunakan untuk mengairi sawah-sawah di sekitar sungai.

Salah satu bukti adanya peradaban itu adalah ditemukannya sabit yang terbuat dari batu tempat penyimpanan gandum dan garpu tanah dari kayu. “Kebudayaan Nil” demikian para ahli menyebutnya, pada tahap awal berasal dari sebuah delta di sekitar desa Narinde. Di desa itu banyak ditemukan alat-alat batu serta bermacam-macam gerabah.
Beberapa di antara gerabah itu bahkan yang dihias dengan garis garis putih dan hitam dalam pola zig zag. Temuan lain yang menggambarkan kemajuan kebudayaan Mesir pada masa proto sejarah adalah temuan gerabah dengan gambar perahu suci, kepala burung, tangan, gajah dan kura-kura dengan garis-garis sederhana, sebagian besar peninggalan itu sekarang masih disimpan di “Musieum Of Fine Arts” di Boston.
Untuk memahami bagaimana kebudayaan Mesir Kuno, harus dipahami dulu kepercayaan mereka, walaupun tidak semua karya-karya seni mereka dipersembahkan untuk agama, namun semua karya-karya itu ditemukan di makam-makam dan di kuil-kuil. Kepercayaan mereka bahwa orang mati itu masih punya kehidupan, sehingga orang yang mati suka diawetkan yaitu “Mummi” yang ditempatkan pada makam yang indah dan kontribusi bangunan yang kuat dengan lukisan dinding dan relief-relief.
Diantaranya terdapat lukisan meja yang diatasnya tersedia peralatan seperti kendi dan makanan,
Seni Bangunan, Seni Pahat Dan Seni Lukis
Senin Bangun Dan Seni Lukis
Seni bangun, seperti piramida, kuil dan istana serta seni rupa, seperti pahat dan lukis berkembang mencapai puncaknya. Salah satu seni bangun Mesir kuno yang sampai sekarang masih terkenal adalah Piramida. Para sarjana mencatat tidak kurang dari 30 piramida yang telah ditemukan tapi hanya 3 buah di wilayah Giza yang relatif masih lengkap.
Piramida besar Kufu, tingginya 480 kaki, atau kira-kira 14,5 meter lebar 750 kaki atau kira-kira 25 Meter.
Piramida ini dibangun diatas tanah seluar hampir 5 Ha.
Untuk membangunnya diperlukan 2,3 juta batu dalam bentuk balok yang masing-masing balok beratnya 2,5 ton.
Bagian dalam piramida yang tersusun dari batu kapur berwarna kekuning-kuningan itu terdapat dua bilik (bilik untuk makam raja dan untuk makam ratu)
Makam ini juga dibangun dari tumpukan batu-batu yang disebut Mastaba.
Selain Mastaban juga terdapat monumen yang disebut Sphink. Monumen ini dianggap sebagai simbol kekuasaan raja.
KUIL
Dari segi arsitektur, sebagai kuil mempunyai elemen-elemen penting, yakni Pylon (tiang batu besar dan tinggi di depan kuil), pintu masuk dengan bangunan gapura besar yang dilengkapi tiang bendera, halaman yang dikelilingi tembok, aula dengan deretan kolom besar dan altar.
Sebelum pylon ditempatkan sepasang monumen batu besar yang disebut dengan obelisk.
Pada masa dinasti ke-4 sampai dinasti ke-12, terdapat beberapa kuil yang dibangun, seperti :
  1. Kuil Edfu di Tebes
  2. Kuil Amen di Luxor
  3. Kuil Amen di Karnak
  4. Kuil Abu Simbel yang dibangun Raja Ramses II.
Adapun kuil Deir El Bahri yang terletak di lembah di dekat Tebes, kuil ini dilengkapi dengan 3 teras besar, langit-langit di bagian ruang tengah yang luas itu disanggu beberapa tiang dari batu kapur dan dilengkapi dengan realif dan lukisan.
Bentuk bangunan dengan kolom-kolom seperti kat”Proto-Doric” atau bentuk seni bangun gaya Doria awal.
Dari segi arsitektur yang paling menarik adalah penggunaans kolom dengan bermacam-macam jenis, yakni jenis menara, kolom bunga lotus, Kolom bunga lotus sederhana, kolom daun palm dan kolom kepala Hathor.
Seni Patung Dan Seni Lukis
Dari kepercayaaan Mesir, muncul bentuk-bentuk patung, dewa, raja dan pendeta. Patung-patung kolosal masih terus diproduksi. Akan tetapi patung-patung berukuran kecil dengan bahan kayu atau batu banyak mendapat perhatian. Para seniman patung masa itu menaruh perhatian pada detail sekitar wajar, misalnya Patung Rohatep dan nofrat.
Pada masa kekuasaan dinasti ke-5 muncul seni patung kepala dari bahan kayu, patung ini sekaligus menunjukkan kebebasan seniman patung dalam berekspresi dan menentukan objeknya. Kehalusan penggarapannya dan diteil sangat jelas terlihat dalam patung ini.
Pada masa kekuasaan dinasti ke-3 muncul patung dada. Pada masa itu para seniman patung tidak saja memperkenalkan jenis patung baru, akan tetapi juga mulai mempergunakan bermacam-macam warna untuk pewarnaan patung batu seperti pada patung ratu Hatseput. Banyak sarjana barat yang mengakui kelebihan bangsa Mesir kuno. Tulisan Mesir kuno yang berupa gambar yang masing-masing gambar memiliki arti dan bungi (hieroglif), ilmu ukur (matematika). Sistem pengairan anatomi, kedokteran, seni bangunan, senirupa dan sistem kalender telah mempengaruhi kebudayaan Eropa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar